Dua sisi yang tidak dapat dipisahkan dari mahkluk yang bernama hidup yakni sakit dan sehat. Ciri orang sakit : #Hilangnya rasa# Apa yang kita makan semuanya menjadi pahit atau hambar rasanya. Satu kenikmatan sudah hilang dari diri kita. #Hilangnya daya# Setelah makanan nggak mau masuk ke dalam perut hilang tenaga kita atau daya kita alias lemas. #Hilangnya rupa# Kalau perut kosong pastilah kita lemas dan berubahlah wajah kita jadi pucat. #Hilangnya dosa# Disinilah pentingnya orang yang sakit harus banyak berdzikir ingat pada Allah. Dan yang menjenguk mendo'akan : Allahumma rabbannasi azhibil ba’sa isyfi antasy syafi la syifa’a illa syifauka syifa’an la yugadiru saqaman, imsahil ba’sa rabbul ba’si biyadikasy syifa’u la kasyifa lahu illa anta as-alullahal ‘azimi, rabbal ‘arsyil ‘azimi an yasyfika. Artinya: “Ya Allah, Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran atau penyakit itu dan sembuhkanlah ia Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi, hilangkanlah penyakit itu, wahai Tuhan pengurus manusia. Hanya pada-Mu lah obat itu. Tak ada yang dapat menghilangkan penyakit selain Engkau, aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung.” #Hilangnya nyawa# Kalau tidak sembuh pasti mati. Apabila sembuh perlahan-lahan ingatan pulih,rupapun ikut segar,tenaga pulih kembali, makan dan minumpun menjadi nikmat kembali...memangiya.
Senin, 18 Mei 2009
Kenikmatan
Di lihat dari suku katanya nikmat,secara harfiah banyak sekali artinya... Nikmat bisa berarti mendapat sesuatu yang belum pernah kita rasakan. Suatu misal si Banu yang kesehariannya tidak pernah makan sate kemudian diberi si Marin sepuluh tusuk sate kambing,pasti si Banu bilang nikmat benar aku makan sate, terus dia berangan-angan andaikan aku bisa makan sate terus...?? Tapi si marin bilang makan sate itu belum nikmat...itu makananku sehari-hari,aku makan lobster panggang itu baru nikmat.Memang iya...kenikmatan itu hanya bisa dirasakan pada setiap individu masing-masing. Orang kaya bisa merasakan nikmat bila ada orang miskin,begitu juga sebaliknya. Seorang kiyaipun bisa merasakan nikmat apabila jamaahnya banyak, begitu juga santrinya bila bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari kiyai. "Itu semua kenikmatan" dan masih banyak lagi kenikmatan-kenikmatan yang lain. Berbahagialah kita apabila mendapatkan suatu kenikmatan dan pandai-pandailah kita bersyukur atas nikmatNya. "lainsyakartum laadzidanakum walainkafartum ina adzabi lasyadid" Bersyukurlah atas nikmatKu pasti Aku tambah,Kufur atas nikmatKu adzab pedih menantimu. Sudahkah kita mensyukuri kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah setiap hari pada kita? Jawabanya hanya ada pada diri kita masing-masing...memangiya.
Langganan:
Postingan (Atom)